1. Kompor Hidrogen
Kompor hidrogen adalah kompor yang menggunakan bahan bakar air, kompor ini ditemukan tahun kemarin, 2015. Penemu kompor hidrogen ini adalah putra Subang yang bernama Dede Miftahul Anwar, 22 tahu, yang kini masih duduk di bangku kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Awal muncul ide pembuatan kompor hidrogen ini adalah karena di daerah tempat kelahiran Dede sulit untuk mendapatkan elpiji karena akses ke kampungnya memang sulit di jangkau kendaraan.Kemudian Dede mencoba untuk mencetuskan ide membuat kompor hidrogen, kompor berbahan bakar air. Dimana, dia mencoba untuk memisah unsur air yang terdiri dari oksigen dan hidrogen, kemudian gas hidrogen diendapkan yang selanjutnya berguna sebagai bahan bakar kompor.
Penemuannya ini diikutsertakan dalam lomba Wirausaha Muda Mandiri (WMM) pada tahun 2015 lalu dan berhasil menyabet juara pertama dalam kategori teknologi non digital. Dari keberhasilan tersebut Dede pun kemudian mendirikan usaha untuk penemuannya, CV Energon Teknologi, dimana dia menyediakan tabung gas hidrogennya. Dede juga mendirikan Saung Pengisian Bahan Bakar Hidrogen agar warga mudah untuk mengisi ulang bahan bakar hidrogen.
2. Motor Listrik
Penemuan teknologi ramah lingkungan berikutnya berasal dari mahasiswa
dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) bersama dengan
Garansindo. Motor listrik dengan bentuk skuter otomatis listrik ini
diberi nama Garansindo Elecric Scooter ITS atau disingkat GESITS.Penemuan inipun telah mendapatkan pengakuan dari Menteri Riset,
Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir. Rencananya motor
listrik ini akan diproduksi masal di tahun depan dan akan siap jual pada
tahun berikutnya.
3. Lemari Es tanpa listrik
Penemuan berikutnya datang dari 2 siswi SMA Negeri 2 Sekayu, Sumatera Selatan. Mereka adalah Anjani Rahma Putri dan Muhtaza Aziziya Syafiq. Penemuan lemari es tanpa listrik ini memiliki nama lain “Green Refrigenerator Box” atau kulkas tanpa freon dan listrik. Lemari es ini menggunakan kayu gelam yang menjadi energy alternatif untuk mendinginkan lemari es.
Ide penemuan lemari es tanpa kulkas ini berawal ketika mereka melihat potensi buah dan sayur di daerah mereka begitu melimpah, dan mereka berfikir bagaimana caranya agar para pedagang dapat menyimpan sayur dan buah agar tahan lama, sedangkan listrik di daerah mereka sering mati. Maka muncullah ide lemari es tanpa listrik tersebut.Dengan memanfaatkan barang-barang bekas seperti botol dan kaleng minuman bekas, mereka berdua memulai penemuan lemari es tanpa listrik. Berbekal hukum gas ideal lemari es tanpa listrik inipun berhasil dibuat. Penemuan ini pada bulan Mei 2014 diikutsertakan di ajang International Science and Engineering Fair, Los Angeles, USA, dan berhasil memenangkan lomba tersebut.
4. Lampu Seumur Hidup
Lampu seumur hidup ditemukan tahun 2015 lalu oleh 3 mahasiswa Universitas Brawijaya dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, mereka bernama Elok Fitriani Tauziat, M Alfian Arifin, dan juga Nurhasanah Fauziyyah. Mereka memanfaatkan sebuah bakteri yang menjadi sumber energi, sehingga lampu yang dapat hidup selamanya.
Bakteri ini bernama Bioluminescence, bakteri yang biasanya menempel di tubuh cumi-cumi. Kemampuan bakteri ini dalam menghasilkan cahaya berwarna biru kemudian dimanfaatkan untuk membuat lampu. Semakin banyak bakteri yang digunakan, maka akan semakin terang pula cahaya lampu.Selain dapat bercahaya selamanya, lampu ini juga tidak menimbulkan hawa panas sama sekali, karena cahaya yang dihasilkan berasal dari bakteri. Cara memelihara lampu ini juga cukup mudah, hanya dengan memberi makan bakterinya dengan sayuran organic yang difermentasi, maka lampu itu akan hidup selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar